GERIMIS UNGU

Seperti setetes air yang memandang lautan aku merindukan gerimis ungu yang menyanyikan kidung bidadari untuk kubawa dalam tidurku bila malam mulai menyiksa jadi katakanlah, mengapa aku tak mampu berhenti menunggumu? (untuk seorang gadis bernama Una,yang datang dan perginya menjadi sejuta puisiku)

Friday, March 11, 2005

BUKAN KERINDUAN

Apa yang menyembunyikanmu dariku?
Aku ingin berteriak melepas genggamannya.
Karena pengembaraanku yang telah sampai
di tepian sungai-sungai surga
tak lagi menemukan wajahmu
yang belum pernah kusaksikan.

Apa yang menyembunyikanmu dariku?
Butir-butir malam telah jatuh menimpa mimpiku.
Sejuta kali mantera namamu tersangkut ranting
yang sedang termangu memandangi bulan.
Barangkali itulah wajahmu,
yang menahan mimpi membiarkanku
menjaga kehidupan
yang telah tertata.

Apa yang menyembunyikanmu dariku?
Mengapa tak kau kirimkan sehelai sapu tangan,
sebagai tanda jejak yang kau hentikan.
Dengan apa aku harus melacak sang puteri
yang tertidur di atas embun pagi.

Apa yang menyembunyikanmu dariku?
Sehingga suaraku terpantul dari setiap tarian debu.
Bagaimanakah kau akan bisa tahu
jiwaku masih terbenam
di telagamu yang ungu.


laut yang setia, 11 Maret 2005

0 Comments:

Post a Comment

<< Home