GERIMIS UNGU

Seperti setetes air yang memandang lautan aku merindukan gerimis ungu yang menyanyikan kidung bidadari untuk kubawa dalam tidurku bila malam mulai menyiksa jadi katakanlah, mengapa aku tak mampu berhenti menunggumu? (untuk seorang gadis bernama Una,yang datang dan perginya menjadi sejuta puisiku)

Friday, August 06, 2004

KUPU-KUPU

Kupu-kupu itu telah jadi kau
sayapnya menjadi aku dalam senyap
menyaksikan dari tiada menjadi tiada
seperti datangmu menjadi pergimu
dentang jantung mengiringinya
tarian waktu yang berjinjit
perlahan wajahmu menjadi tipuan
jika percaya hanyalah cara mengingat
keraguan adalah cara melupakan
terbakar gambarmu menjadi abu
tertabur di danau keheningan
di mana aku adalah di mana.

belida, hari ini