GERIMIS UNGU

Seperti setetes air yang memandang lautan aku merindukan gerimis ungu yang menyanyikan kidung bidadari untuk kubawa dalam tidurku bila malam mulai menyiksa jadi katakanlah, mengapa aku tak mampu berhenti menunggumu? (untuk seorang gadis bernama Una,yang datang dan perginya menjadi sejuta puisiku)

Friday, January 16, 2004

DI SERAMBI SENJA

Kerinduan itu berkumpul seperti anak-anak ayam
sibuk mengais kenangan di halaman
dan butir-butir kata satu demi satu tertelan
tapi dadaku telah menjadi kapas
nafasku mengalir bersama ombak
dan matahari ranum berkedip gelisah

Bahkan jika langit menghentikan kata-kataku
akan kutumpuk puisi menjadi sebongkah
luka baru yang nikmat seperti
alunan irama daun diterbangkan angin

Belida 16 Januari 2004

0 Comments:

Post a Comment

<< Home