GERIMIS UNGU

Seperti setetes air yang memandang lautan aku merindukan gerimis ungu yang menyanyikan kidung bidadari untuk kubawa dalam tidurku bila malam mulai menyiksa jadi katakanlah, mengapa aku tak mampu berhenti menunggumu? (untuk seorang gadis bernama Una,yang datang dan perginya menjadi sejuta puisiku)

Thursday, October 02, 2003

KELUARGA SURGA

Bertemu dengan kalian di simpang jalan ini
melelehkan rinduku kepada langit,
seperti gerimis pertama yang memercik
membasuh tanah retak mengering,
menggiring aroma mimpi
tentang suatu tempat yang diliputi awan.

Bila nanti kalian terus berjalan
menuju ke rumah impian itu
dan aku masih harus menunggu
membasuh sayapku yang patah
dan terluka oleh kerasnya peristiwa,
bahagia ini tak akan punah
terus bersisa sepanjang anganku.

Wahai kalian yang melintas dan membawakan kembali
ingatanku akan nyanyian yang damai
ribuan burung berwarna pelangi
dan bunga-bunga yang tumbuh tanpa prasangka
di tepian sungai itu aku temukan air mata
sebelum terjatuh dari kesucian ,
bagaimana aku harus berterima kasih
untuk kehangatan ini?

Bertemu dengan kalian di simpang jalan ini
menghidupkan nadiku yang telah lapuk
melawan gempuran roda sang waktu
membakar khayal usang menguning.
Di sini akan kubentang
wajah lautan lelah
dan kudendangkan kidung.


Belida, 5 September 2003.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home